5 Tips Mengajarkan Disiplin Pada Anak dengan Cara yang Menyenangkan

18

Pernah tidak kita merasakan belum memiliki cinta sepenuhnya pada si kecil dan di saat seperti itu juga kita merasakan frustasi dan marah? Si kecil yang menguji emosi kita sebenarnya mencoba segala hal di sekitarnya secara tidak langsung cara melatih kesabaran menghadapi anak, sebab pada umur batita (bawah tiga tahun) dia mulai belajar banyak hal sedikit demi sedikit dan tidak jarang mereka terlalu bersemangat akan hal ini.

Memang terasa sulit bagi kita menghadapi anak saat batita, tetapi dengan cara membuat peraturan dan batasan mulai sekarang pada saat si kecil belajar tentang kebiasaan yang merupakan hal lumrah untuk meminalisir masalah yang akan datang dan untuk cara menjadi wanita sabar dan penyayang.

Ini dia beberapa Tips Mengajarkan Disiplin Pada Anak supaya si buah hati tetap berada di jalan yang benar dengan mendisplinkan ia:

  1. Menjadi Konsisten

Jika kita membahas tentang disiplin maka kata konsisten tidak jauh dari ini. Perlu bagi kita menjadi role model yang baik pada mereka dan sebagai  cara menjadi ibu modern. Sebagai contoh:

Pada saat sehari-hari kita jangan meletakkan barang sembarangan dan mengutip barang tersebut jika tidak pada di tempatnya, sehingga si buah hati akan mengikuti tingkah laku kita bila kita meminta dia untuk merapikan mainan mereka pada selesai bermain.

  1. Singkirkan Godaan pada Anak

Bagi batita banyak hal yang menjadi menarik menurutnya dan tidak jarang ia ingin menjelajah dunianya karena rasa ingin tahu yang begitu tinggi. Kita sebagai orang tua alangkah baiknya menyikirkan benda-benda yang dapat menggoda si kecil dan dapat membahayakan dirinya.

Singkirkan benda-benda kecil seperti jarum, kancing atau benda-benda yang tidak layak dimakan supaya tidak dimasukan si kecil ke dalam mulutnya. Taruhlah benda-benda yang ada jauh dari jangkauan si kecil dan selalu meletakkannya pada di tempatnya.

  1. Gunakan Pengalih

Jika kita melihat si kecil mulai mengambil benda yang berbahaya, maka sebaiknya kita mengatakan “tidak” dan membawa dia dari area atau benda yang berbahaya baginya.

Jangan pernah sekali-kali memukul si buah hati atau mencubitnya, karena secara tidak langsung ia akan berfikir bahwa tidak apa melakukan kekerasan fisik. Bisa mengalihkan perhatian anak adalah cara menjadi ibu profesional

  1. Menggunakan metode Timeout

Jika si batita suka melempar makanan, menggigit benda atau melakukan hal yang merugikan. Maka metode timeout dapat diterapkan dengan cara membawa si anak ke daerah yang terjauh dari area yang dapat mengalihkan perhatiannya dan mendudukkan dia di kursi makan bayi selama satu atau dua menit sampai ia menjadi tenang. Hal ini dapat mengajarkan si anak untuk lebih fokus dan perhatian pada emosinya.

  1. Cara menghindari amukan emosi anak

Bahkan batita yang terlihat tenang juga dapat mengamuk sewaktu-waktu jika tidak dapat mengendalikan emosi. Sebenarnya hal ini wajar terjadi karena ini merupakan cara si batita untuk mengekspresikan perasaannya pada kita walaupun hal ini secara tidak langsung memancing emosi kita sebagai orang tua dan bahkan bisa membuat kita stress.

Perlu diketahui bagi orang tua untuk mengatasi amukan si anak sewaktu-waktu kita mengalaminya jika sudah tidak kuat lagi. Pertama-tama pastikan si buah hati tidak berakting untuk mencari perhatian, kedua berikan si anak pilihan atau menentukan yang dia inginkan.

Kemudian perhatikan keinginan si anak apakah keinginan itu layak untuk umur dia atau tidak dan yang paling penting kita sebagai orang tua perlu peka terhadap situasi si anak, jangan sampai ketika dia sudah lelah menangis kemudian kita ajak dia pergi jajan dengan niat menghibur padahal si kecil membutuhkan istirahat. Melakukan hal ini adalah cara menjadi wanita yang sabar dan penyayang

Itulah beberapa Tips Mengajarkan Disiplin Pada Anak , moms dapat mengikuti cara-cara tersebut dalam menghadapi si buah hati. Semoga artikel ini bermanfaat ya moms