Waspada, Moms! Ibu Hamil Harus Membatalkan Puasa Jika Terjadi 3 Hal Ini

38

Bulan Ramadan ditunggu bagi semua umat muslim. Dan menjalankan puasanya akan menjadi kewajiban. Tetapi dalam kondisi tertentu seperti ibu hamil diperbolehkan untuk tidak puasa dengan konsekuensi harus mengganti di bulan lain setelah prosesi lahiran.

Meski begitu tidak semua ibu hamil tidak berpuasa, beberapa di antaranya masih kuat untuk berpuasa dengan memperhatikan menu sahur dan buka puasa untuk ibu hamil.

Puasa untuk ibu hamil bergantung dengan tingkat kemampuan masing-masing orang. Akan tetapi bagi Anda yang sedang hamil dan menjalankan puasa, harus memerhatikan beberapa hal berikut :

    1. Dehidrasi

Ibu yang sedang hamil memerlukan kandungan mineral yang sangat tinggi dan cara senam hamil untuk menjaga stamina. Hal tersebut menyebabkan kebutuhan akan air minum cukup tinggi. Sehingga bagi Anda yang berpuasa tidak diperbolehkan untuk memaksa dengan keadaan dehidrasi.

Hal ini akan menyebabkan ibu hamil bisa mengalami kejang atau syok karena tekanan rendah dari dehidrasi parahnya. Dalam kondisi yang kritis akan menyebabkan pembengkakan sel otak dan kemudian pecah, kondisi tersebut dinamakan Cerebral Edema.

Dehidrasi juga akan membahayakan tumbuh kembang janin. Pemicunya adalah kekurangan cairan yang ada di tubuh ibu akan mempengaruhi pasokan air ketuban dalam kandungan.

Sehingga akan berdampak pada terganggunya perkembangan janin dan bisa menyebabkan keguguran. Menjadi penting untuk memahami cara menjadi ibu hamil yang sehat, dengan mengetahui gejala dehidrasi yang dialami sebagai berikut :

  • Anda akan merasa haus berlebih.
  • Bibir hingga mulut bagian dalam akan terasa kering.
  • Mudah merasa lelah serta akan berdampak mudah mengantuk dari biasanya.
  • Kulit kering, tandanya akan bisa dilihat saat dicubit, kulit tidak kembali seperti semula.
  • Pusing ketika bangkit dari tempat duduk dan rasa pusingnya tidak kunjung hilang.
  • Mata berkunang-kunang.
  • Linglung dan tidak bisa berpikir.
  • Merasa mau pingsan
    1. Mengeluarkan Darah di Hidung

Ibu hamil memiliki hormon yang membuat aliran darah meningkat, dan di sisi lain akan membuat pembuluh darah hidung membengkak dan mudah pecah.

Meskipun tidak berdampak signifikan tetapi ibu hamil yang sedang berpuasa harus memerhatikan kesehatan tubuhnya saat mengeluarkan darah melalui hidung. Untuk itu, berikut gejala mimisan yang akan terjadi :

  • Darah yang keluar dari hidung tidak berhenti setelah 30 menit.
  • Sulit bernafas saat mimisan.
  • Berdampak pada sakit kepala dan akan merasa capek seketika.
  • Kulit wajah berwarna putih alias pucat.
  • Dada terasa sesak dan nyeri.

Maka gejala di atas jika sudah datang kepada Anda, disarankan untuk membatalkan puasa, karena harus minum air sebanyak mungkin dan mengonsumsi obat penambah darah.

Dan penting sebagai kelebihan wanita hamil untuk memenuhi asupan banyak cairan agar menjaga selaput lendir hidung Anda terhidrasi dengan baik.

    1. Tekanan Darah Tinggi

Biasanya ibu hamil yang mempunyai darah tinggi tidak disarankan untuk berpuasa. Hal ini sangat beresiko tinggi dan bisa terdiagnosis preeklamsia atau tekanan darah tinggi saat hamil.

Gejala yang dialami biasanya mata berkunang, kepala akan terasa sakit, bengkak terjadi pada kaki dan tangan, pernafasan akan terganggu dan menjadi sesak, hingga Anda bisa mual serta muntah.

Bila terjadi hal yang dijabarkan, maka  keluarga harus tahu arti keluarnya keputihan flek hingga pendarahan agar cepat tanggap dalam pertolongan utama. Biasanya, pertama minum obat hipertensi. Setelah itu segera cek tekanan darah dan berkonsultasi dengan dokter.