Ternyata Begini Loh Mom 4 Cara Menghadapi Anak Kinestetik dengan Benar

35

Cara Menghadapi Anak KinestetikAnak-anak kinestetis merupakan anak-anak yang cenderung bergerak aktif dan susah berkonsentrasi jika harus duduk diam. Mereka sering disebut dengan anak-anak dengan tipe belajar kinestetik. Jadi, mereka tidaklah seperti anak-anak pada umumnya yang mampu belajar dengan duduk diam.

Mereka lebih suka dengan pergerakan dan cara belajar yang dilakukan dengan aktivitas begerak, menggerakkan jari jemari, berkeliling atau bahkan dengan cara mengamati. Gaya belajar kinestetik ini pada umumnya juga digunakan sebagai cara menghadapi anak hyperactive saat belajar.

Gaya belajar kinestetis pada umumnya selalu melibatkan sentuhan tangan untuk memahami segala sesuatu, termasuk pada saat belajar. Pelajaran akan mudah diterimanya ketika dapat disentuh dengan tangan mereka. Mereka lebih menyukai saat praktikum atau percobaan daripada materi.

Sehingga, tidak heran bila anak-anak kinestetis akan melakukan kegiatan lain ketika sang guru menjelaskan materi, misalnya dengan menggambar. Cara menghafal suatu pelajaran, biasanya dia akan sambil berjalan dan menghafal apa yang harus dia hafal.

Meskipun mereka kadang dianggap pengganggu saat di kelas karena tidak mampu mengikuti gaya belajar yang hanya duduk diam saja, orang tua juga harus mampu menghadapi anak-anak kinestetik ini.

Cara menjadi ibu dan istri yang baik harus menguasai cara menghadapi anak kinestetik untuk persiapan menjadi ibu rumah tangga. Bagaiamana cara menghadapi anak kinestetik? Berikut disajikan cara menghadapi anak kinestetik.

    1. Pilih sekolah yang tepat

Mendidik anak untuk dapat menguasai ilmu pengetahuan adalah kewajiban masing-masing orang tua terhadap mereka. Namun, jika moms memiliki anak dengan gaya belajar kinestetik, sebaiknya pilihlah sekolah yang memiliki sistem active learning dimana siswa dengan gaya belajar kinestetik dapat berkembang secara optimal.

Karena gaya belajar kinestetik menuntut gerak si kecil, maka akan sesuai jika si kecil memang memiliki gaya kinestetik. Orang tua sebaiknya tidak memaksakan anak untuk masuk ke sekolah biasa yang menuntut siswa mendengarkan semua pelajaran dengan duduk diam.

Tips menjadi ibu yang baik untuk anak salah satunya adalah tidak menuntut si kecil untuk sekolah di tempat yang orang tua pilihkan, namun mengikuti pilihan si kecil. Karena, nantinya yang akan menjalani masa sekolah adalah si kecil.

2. Melakukan kegiatan pagi

Anak-anak kinestetik cenderung memiliki energi yang besar untuk bergerak. Untuk menyiasati agar di sekolah tidak terlalu aktif bergerak, maka orang tua dapat melakukan kegiatan pagi bersama sebelum berangkat sekolah.

Ikuti kegiatan yang dia sukai, misalnya bersepeda. Jika si kecil suka bersepeda, ijinkan dia untuk melakukan olahraga pagi dengan bersepeda bersama. Sehingga energinya dapat tersalurkan saat olahraga, dan harapannya saat belajar di sekolah tidak terlalu bergerak aktif mengganggu pelajaran.

Atau mungkin dapat diajak untuk membantu menyelesaikan tugas rumah di pagi hari, seperti membersihkan rumah atau mencuci kendaraan bersama.

3. Belajar dengan alam

Gaya belajar kinestetik merupakan gaya belajar yang melibatkan gerak anggota tubuh. Sekali-sekali, ajak si kecil untuk mengenal alam. Belajar sambil bermain untuk anak-anak dengan gaya kinestetik adalah hal yang tepat.

Mereka tidak akan cepat bosan karena mereka dapat bermain sekaligus belajar dengan cara yang menyenangkan. Mengenalkan lingkungan sekitar, mengunjungi kebun binatang atau ke pantai bersama sambil mengenalkan benda-benda yang ada di pantai, dapat meningkatkan kemampuan anak dalam menerima pengetahuan.

Selain itu, ketika orang tua mengajak si kecil mengeksplorasi lingkungan sekitar, mereka juga akan mengenal orang-orang yang ditemui. Hal ini bisa menjadi cara menumbuhkan rasa percaya diri pada anak dan cara mendidik anak agar mau belajar secara mandiri.

4. Membebaskan gaya belajar saat di rumah

Si kecil dengan gaya belajar kinestetik akan lebih cepat bosan jika harus belajar pada satu tempat saja. Apalagi jika harus duduk diam. Jika si kecil mulai bosan untuk belajar di tempat duduknya, biarkan jika dia berpindah belajar di lantai.

Cara ini adalah cara dia untuk mengurangi kebosanan saat belajar. Sehingga secara alami si kecil akan dapat menguasai materi pelajaran tanpa harus ditekan untuk belajar terus menerus. Peran ibu dalam psikologi anak usia dini salah satunya adalah mendukung anak untuk berkembang serta menumbuhkan kepercayaan diri pada anak.

Itulah tadi cara-cara menghadapi anak kinestetik. Kuncinya adalah orang tua harus sabar dan kreatif dalam menghadapi si kecil yang memiliki gaya belajar kinestetik dan tidak menekannya untuk belajar seperti anak-anak biasa pada umumnya karena mereka memiliki cara belajar yang khusus. Semoga informasi yang disajikan pada artikel ini dapat bermanfaat untuk kita.