3 Tips Memulai Bisnis untuk Ibu Rumah Tangga sebagai Usaha Sampingan

17

tips-memulai-bisnis-untuk-ibu-rumah-tangga

Halo, Bunda. Apakah saat ini Anda sedang terpikir untuk memulai pekerjaan sampingan untuk ibu rumah tangga?

Mendirikan bisnis sendiri tentunya akan memakan banyak waktu dan menimbulkan stres. Walaupun begitu, dengan memulai bisnis rumahan, Anda akan mendapatkan pengalaman berharha yang tak ternilai bagi perkembangan skill wirausaha Anda. Memang, ke depannya Anda pasti akan menghadapi banyak tantangan saat menyelesaikan urusan-urusan terkait peluncuran bisnis Anda. Tidak mudah, namun semua bisa teratasi selama Bunda mengikuti cara membuat usaha kecil kecilan di rumah yang menjabarkan dengan detil tentang proses pendirian bisnis sampingan bagi ibu rumah tangga seperti Anda.

Untungnya, ada cara untuk membuat proses peluncuran usaha sampingan ini terasa lebih mudah dan menyenangkan. Berikut adalah tips memulai bisnis untuk ibu rumah tangga yang akan membantu Anda memulai usaha rumahan dengan percaya diri.

1. Ketahui situasi pasar, produk, kompetitor, dan pelanggan dengan baik

Sebelum Anda membuka pintu dan mengajukan proposal pinjaman modal, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan dalam tips memulai bisnis untuk ibu rumah tangga yang pertama ini.

  • Pasar: yang dimaksud dengan pasar adalah lokasi fisik (atau virtual, jika Anda berjualan secara online) dimana Anda akan menjual produk atau layanan Anda pada calon pelanggan potensial. Pasar Anda dapat berada dimana saja, entah itu kota dimana Anda tinggal, pasar internasional, atau pasar online pada marketplace sasaran Anda. Pasar Anda mungkin sangat besar dan beragam, atau justru sebaliknya; pasar Anda juga bisa bersifat terbatas dan inklusif.
  • Produk (jasa): produk (atau jasa, jika Anda bergerak di bidang pelayanan masyarakat) adalah benda-benda atau jasa yang Anda tawarkan untuk dijual. Anda mungkin menjual produk atau layanan dari desain Anda sendiri, atau Anda mungkin bertindak sebagai distributor atau reseller. Apapun strategi penjualan yang Anda pilih, Anda harus dapat menunjukkan kepada pelanggan dan investor bahwa Anda tahu betul rencana marketing seperti apa yang akan Anda gunakan untuk mendapatkan keuntungan dari bisnis baru Anda ini. Apabila Bunda butuh ide kreatif tentang bisnis sampingan apa yang cocok untuk Anda, cek pada artikel usaha yang cocok untuk ibu rumah tangga.
  • Kompetitor: pihak kompetitor atau saingan dapat berupa individu atau badan usaha lain yang juga menjual produk (layanan) yang sama seperti Anda. Ingatlah untuk menghitung ada berapa jumlah bisnis atau individu yang bergerak di lingkup industri yang sama seperti Anda yang mungkin bisa memasuki lingkup penjualan Anda sebagai seorang pesaing. Ketika Anda berdiskusi dengan para investor potensial, mereka ingin melihat bahwa Anda memahami pesaing Anda dan Anda memiliki rencana efektif untuk mengamankan posisi bisnis Anda dari ancaman para kompetitor.
  • Pelanggan: untuk menarik pelanggan agar menggunakan produk atau jasa Anda, Anda harus membuat dua profil pelanggan. Yang pertama adalah profil umum yang memuat daftar kriteria orang-orang yang cenderung membeli produk atau layanan Anda. Yang kedua adalah profil terperinci. Profil yang satu ini harus menggambarkan secara mendetail tentang siapa saja yang secara khusus ingin membeli produk atau layanan Anda, dan orang-orang yang kemungkinan besarnya tidak akan dijangkau oleh pesaing Anda.

2. Buat sistem manajemen bisnis yang terorganisir

Tips memulai bisnis untuk ibu rumah tangga yang kedua juga tak kalah pentingnya dalam menyeimbangkan waktu antara bisnis dan keluarga Anda. Anda tentunya ingin menyeimbangkan waktu untuk menyenangkan suami, mengasuh anak, dan membesarkan bisnis Anda hingga sukses.

Oleh karena itu, Anda harus memiliki jadwal dan sistem bekerja yang teratur. Jika perlu, Anda dapat menjadwalkan tiap menit yang ada dalam 24 jam untuk tetap berada pada rencana bisnis Anda. Anda juga harus menyimpan file, catatan, kontrak, dan berbagai dokumen lain terkait bisnis Anda pada tempat yang mudah ditemukan jika sewaktu-waktu diperlukan. Temukan sistem manajemen yang paling sesuai untuk gaya bekerja Anda.

3. Batasi kontak dengan orang-orang negatif

Tips memulai bisnis untuk ibu rumah tangga yang satu ini harus Anda camkan baik-baik demi menghindari tanda yang muncul di tubuh ketika stres.

Sayangnya, tidak semua orang akan bersikap suportif ketika mereka tahu Anda sedang dalam proses meluncurkan bisnis Anda sendiri. Beberapa bahkan secara terang-terangan akan menunjukkannya pada Anda. Ada juga beberapa dari kenalan Anda yang tidak akan mengerti bahwa hal-hal yang mereka katakan sebenarnya bersifat negatif dan menjatuhkan mental orang lain.

Apapun status orang-orang ini (entah itu teman, sahabat, kerabat dekat), Anda tidak membutuhkan orang-orang yang tidak berada di pihak Anda, terlebih lagi orang-orang yang tidak percaya pada Anda. Paling tidak, Anda dapat memastikan bahwa orang-orang ini bukanlah partner diskusi bisnis yang sesuai untuk Anda, jadi Anda tidak perlu membuang-buang waktu untuk meladeni mereka.

Dalam menjalani tips memulai bisnis untuk ibu rumah tangga ini, Anda akan mengalami saat-saat yang membuat Anda stres dan putus asa, tetapi jangan lupa untuk menikmati proses dari mendirikan usaha sampingan itu sendiri. Memiliki bisnis Anda sendiri dapat menjadi sumber kepuasan profesional dan pribadi, lho. Anda akan menghabiskan hari-hari Anda melakukan hal-hal yang Anda sukai, dan Anda bebas menikmati fleksibilitas yang bisa dihasilkan dari berwirausaha!

Jika Anda butuh panduan lebih lanjut tentang entrepreneurship bagi ibu rumah tangga, Anda dapat membaca panduan lengkap tentang cara menjadi pebisnis wanita sukses dan inspirasi bisnis sampingan yang cocok untuk ibu rumah tangga pada artikel pekerjaan yang bisa dilakukan di rumah.

Akhir kata, nikmati segala prosesnya dan biarkan orang-orang di sekitar Anda melihat pencapaian luar biasa apa saja yang sudah Anda dapatkan setelah mengikuti tips memulai bisnis untuk ibu rumah tangga ini.