8 Cara Mengatasi Anak Lelet dengan Mudah

144

Cara Mengatasi Anak LeletSeorang anak tentu memiliki kemampuan yang berbeda dengan orang dewasa. Hal ini dikarenakan anak-anak masih dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan. Banyak hal yang belum dapat dikerjakan oleh anak kecil. Tak jarang, anak-anak juga beraktivitas dan melakukan sesuatu lebih lambat dibandingkan dengan orang dewasa.

Namun, bagaimana apabila seorang anak ternyata lebih lambat atau lelet dibandingkan seharusnya? Tentu hal ini akan sangat mengganggu. Bayangkan jika keluarga akan pergi berlibur, namun anak lelet saat mandi sehingga tertinggal jadwal pesawat. Anak yang lelet sebaiknya diatasi sedini mungkin. Simak uraian berikut mengenai cara mengatasi anak lelet:

  1. Hindari Memberikan Label atau Panggilan Si Lelet pada Anak

Memberi label atau panggilan si lelet pada anak akan memberikan dampak buruk pada anak. Julukan atau label negatif seperti ini dapat mengganggu anak. Mendengar panggilan seperti ini, tidak membuat anak semakin termotivasi untuk tidak lelet. Melainkan ia dapat tersugesti bahwa ia boleh menjadi lelet karena itu adalah identitas unik yang dimilikinya. Panggil anak menggunakan nama asli yang telah diberikan. Nama seorang anak berisi harapan dan doa dari orang tua, maka hindari memberikan julukan negatif pada anak.

  1. Ajarkan Anak Untuk Mulai Mandiri

Terkadang anak yang lelet dapat membuat Ibu menjadi tidak sabaran dan mengambil alih aktivitas yang dikerjakan anak. Misalnya jika anak lelet, Ibu menjadi tidak sabar dan menyuapi anak. Hal ini sebaiknya dihindari. Biarkan anak untuk melakukannya sendiri dan menjadi mandiri. Beri anak kesempatan untuk melakukan hal-hal tersebut secara mandiri.

  1. Biasakan Anak Untuk Menjadi Disiplin

Disiplin merupakan hal yang penting untuk dimiliki anak. Aspek ini akan terbawa sampai anak dewasa dan cukup berpengaruh pada kebiasaannya di masa mendatang. Ajari anak bahwa ada beberapa tugas yang perlu ia selesaikan pada waktunya. Terapkan tips menjadi ibu yang sukses mendidik anak.

  1. Membangun Rutinitas di Rumah yang Baik

Anak banyak meniru kegiatan yang dilakukan oleh orang tua. Ibu sebagai orang tua harus memberi contoh yang baik pada anak. Salah satu caranya yaitu dengan membangun rutinitas di rumah yang baik. Contohnya dengan mengajak anak untuk tidur dan bangun pada waktunya setiap hari. Sebagai orang tua, Ibu bisa menggunakan beberapa cara menjadi ibu teladan.

  1. Beri Pengertian Pada Anak Supaya Bisa Fokus

Anak yang lelet bisa disebabkan karena anak melakukan beberapa kegiatan dalam satu waktu, misalnya dengan menonton televisi pada saat makan. Oleh karena itu, Ibu harus memberi pengertian pada anak untuk bisa fokus pada kegiatan. Jauhkan anak dari televisi dan gangguan lainnya pada saat jam makan. Biasakan anak untuk hanya melakukan satu kegiatan dalam satu waktu. Apabila anak ekstrovert dan cukup hiperaktif, Ibu bisa terapkan cara mengatasi anak ekstrovert.

  1. Kenalkan Anak pada Konsep Waktu dan Jam

Cara mengatasi anak lelet lainnya yang bisa Ibu coba yaitu mengenalkan konsep waktu dan jam pada anak. Buatlah contoh jadwal kegiatan sehari-hari untuk anak. Beri pengertian bahwa ia harus menyelesaikan suatu tugas pada jam tertentu dan dengan durasi tertentu.

  1. Gunakan Permainan

Supaya anak bisa lebih tertarik, Ibu bisa mencoba untuk menggunakan permainan saat mengajari anak untuk tidak lelet. Misalnya Ibu mengadakan permainan untuk menentukan siapa yang paling cepat membereskan kamar.

  1. Sesekali Beri Anak Hadiah atau Pujian

Seorang anak yang sering dipuji cenderung makin termotivasi untuk bisa mendengar pujian tersebut lagi. Sesekali berilah pujian apabila anak berhasil mandiri dan tidak lelet. Jika perlu, Ibu perlu memberi tahu anak dari awal bahwa ia akan mendapatkan hadiah apabila berhasil untuk disiplin.

Demikian penjelasan mengenai cara mengatasi anak lelet. Memang tidak mudah pada awalnya, namun dengan kesabaran dan ketekunan, maka anak yang lelet dapat diatasi. Turunkan sedikit ekspektasi terhadap anak supaya bisa lebih sabar menghadapi anak lelet. Ibu bisa menaikkan ekspektasi kembali saat anak pelan-pelan berubah. Semoga bermanfaat.