Sponsors Link

10 Bahaya Sulam Alis Yang Harus Diwaspadai

Sponsors Link

Sulam alis menjadi salah satu teknik make up semi permanen yang banyak diminati wanita saat ini. Tidak hanya wanita asia, popularitas sulam alis menjadi semakin menanjak karena banyaknya artis mancanegara yang memilih sulam alis sebagai alternatif cepat nan praktis untuk mendapatkan bentuk alis yang sempurna dalam waktu yang singkat. Berawal dari sebuah teknik penanaman pigmen menyerupai rambut yang diperuntukkan bagi penderita kanker stadium akhir, kini sulam alis menjadi populer dikalangan wanita segala usia. Teknik ini awalnya dipopulerkan oleh beberapa negara asia, namun beberapa tahun terakhir ini negara-negara di belahan Eropa dan Amerika melirik dan mengembangkan teknik make up semi permanen ini. Kesempurnaan bentuk alis yang dihasilkan, membuat sulam alis masih sangat diminati. Waktu yang diperlukan untuk menanamkan pigmen ke dalam kulit pun relatif singkat, sehingga banyak wanita yang memperhitungkan sulam alis sebagai langkah praktis untuk mendapatkan alis yang mereka inginkan.

ads

Baca Juga:

Kesempurnaan bentuk alis yang ditawarkan oleh teknik sulam alis tentu saja banyak menarik perhatian wanita, namun sayangnya sulam alis tidak selamanya menjadi teknik yang sempurna dan sepraktis yang dibayangkan. Prosesnya memang singkat, namun tetap saja harus melalui banyak tahap-tahap yang sedikit rumit. Dokter maupun ahli sulam alis menjadi orang yang memiliki peran penting dalam eksekusi teknik ini. Tidak jarang, banyak alis-alis yang akhirnya menjadi korban akibat kurang terampilnya dokter maupun ahli sulam alis dalam menangani konsumennya. Berikut ini merupakan 10 bahaya sulam alis yang harus diketahui oleh para wanita yang hendak melakukan sulam alis sebagai jalan alternatif yang praktis dan singkat untuk mendapatkan bentuk alis yang nyaris sempurna.

1. Rasa sakit selama proses sulam alis

Meskipun memakan waktu yang relatif singkat, melakukan sulam alis tentu saja harus melewati tahapan-tahapan sesuai prosedur yang telah ditentukan. Proses pertama yang dilakukan oleh para ahli sulam alis maupun dokter merupakan proses penggambaran bentuk alis yang disesuaikan dengan bentuk wajah. Proses penggambaran bentuk alis ini menggunakan pensil alis biasa, kemudian mereka akan mengisi alisnya dengan gambaran rambut yang dilakukan satu per satu menyerupai rambut alis. Dokter maupun ahli sulam akan menggambar rambut-rambut yang menyerupai alis menggunakan pen yang memiliki ujung seperti silet. Pen ini nantinya akan menyayat kulit disekitar alis, dan menanamkan tinta kedalam lapisan epidermis kulit. Meskipun dalam proses ini para ahli sulam alis dan dokter akan menggunakan anastesi untuk menghilangkan rasa sakit yang dirasakan, beberapa orang yang pernah melakukan sulam alis biasanya akan mengeluhkan sisa rasa sakit yang tidak bisa diatasi oleh anastesi. Penting bagi para wanita maupun orang yang akan melakukan sulam alis untuk memilih dan memeriksa keterampilan dokter maupun ahli sulam mana yang akan mereka pilih untuk  merapikan dan memperindah bentuk alis mereka.

Baca Juga:

2. Lapisan Epidermis yang rusak

Proses penggambaran rambut alis yang dilakukan para ahli sulam alis maupun dokter merupkan hasil dari goresan pen yang berisi tinta khusus. Pen berisi tinta ini akan digoreskan ke sekitar alis, tepatnya di bagian kulitnya. Tinta ini biasanya akan terserap dan masuk pada lapisan kulit bagian Epidermis. Proses menggambar yang menggunakan teknik sayatan dan pengisian tinta pada bagian kulit, akan terserap dan masuk ke dalam lapisan kulit kedua ini. Masuknya benda asing seperti silet dari ujung pen dan tinta ke dalam kulit, akan memaksa pori-pori kulit untuk menerima benda asing yang masuk ke dalamnya. Hal ini dapat memicu rasa sakit yang berdampak pada terhambatnya proses peredaran darah.

Sponsors Link

3. Iritasi pada kulit sensitif

Anda yang memiliki kulit sensitif sebaiknya berpikir ulang untuk melakukan sulam alis. Proses menggambar rambut alis yang menggunakan teknik menyayat dan memasukkan tinta ke dalam lapisan kulit epidermis, akan memicu resiko iritasi yang sangat besar bagi jenis kulit sensitif. Lapisan kulit yang tersayat dan masuknya beda asing ke dalam lapisan kulit melalui pori-pori, akan membuat kulit memerah, terasa panas bahkan pedih. Melakukan konsultasi pada ahli sulam alis maupun dokter kulit, menjadi salah satu tahap tambahan yang harus dilakukan sebelum memutuskan untuk melakukan sulam alis.

4. Terganggunya pertumbuhan rambut alis yang sebenarnya

Masuknya benda asing ke dalam lapisan kulit bagian epidermis dan pori-pori, akan mengganggu pertumbuhan rambut asli alis. Kerontokan rambut pada alis, kerap kali terjadi pasca sulam alis. Rusaknya batang dan akar rambut akibat lapisan epidermis yang tidak sehat, membuat Anda yang ingin melakukan sulam alis kembali berpikir. Alih-alih mempertebal rambut alis, kerontokan rambut alis yang asli pasca melakukan sulam alis akan membuat bentuk alis menjadi sedikit aneh.

Baca Juga:

5. Menimbulkan bekas luka permanen

Bekas luka permanen sebenarnya tidak akan terjadi apabila Anda melakukan sulam alis di tempat yang sudah terpercaya. Dokter maupun ahli sulam alis yang sudah memiliki keterampilan tentu saja akan melakukan sulam alis sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan dan terbukti aman. Luka bekas permanen ini biasanya akan didapatkan apabila Anda melakukan sulam alis di tempat yang tidak memperhatkan prosedur dan kelengkapan perlengkapan yang mereka gunakan saat melakukan proses sulam alis. Bukannya mendapatkan bentuk alis yang sempurna, namun mendatangkan bekas-bekas luka pada bagian alis. Maka sangat penting bagi Anda yang ingin melakukan sulam alis, untuk memilih ahli sulam maupun dokter yang akan mengerjakan alisnya.

6. Beresiko tertular penyakit

Peralatan sulam yang tidak terjaga kebersihannya, bisa jadi menjadi sarang penyakit. Sama halnya seperti peralatan sulam alis yang dimiliki oleh salon maupun klinik sulam alis. Apabila dokter, ahli sulam alis, maupun staff yang ada di dalam tempat penyedia jasa sulam alis tidak dapat menjaga kebersihan peralatan sulam alis yang mereka miliki, maka orang-orang yang pernah melakukan sulam alis di sana akan beresiko untuk terkena atau tertular penyakit. Apabila pen yang digunakan untuk menyayat lapisan kulit tidak steril, peluang terkena hepatitis hingga AIDS menjadi lebih besar. Pastikanlah kembali tempat penyedia jasa sulam alis mana yang akan Anda pilih untuk memperindah bentuk alis Anda, tentu saja dengan pertimbangan  kebersihan dan kesterilan peralatan yang mereka gunakan

7. Bentuk alis kurang sesuai

Meskipun tidak terlalu berbahaya bagi kesehatan alis, kulit, maupun tubuh Anda, bentuk alis yang kurang sesuai bisa jadi mengurangi kepercayaan diri Anda di depan orang lain. Bentuk alis yang kurang sesuai dengan bentuk wajah yang Anda miliki tentu akan sedikit menganggu, baik untuk diri anda sendiri, maupun orang yang sedang berbicara langsung di depan Anda. Memilih dokter maupun ahli sulam alis yang sudah terbukti baik kinerjanya, menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan. Jangan sampai alis yang tidak simetris dan memiliki panjang yang berbeda akan mempengaruhi kepercayaan diri anda.

Baca Juga:

Sponsors Link

8. Ketergantungan 

Rusak dan rontoknya rambut pada alis, akan membuat Anda harus kembli datang ke klinik maupun salon penyedia jasa sulam alis untuk memperbaiki bentuk alis yang Anda miliki. Ketahanan tinta yang digunakan untuk melakukan sulam pada alis Anda, merupakan faktor lain yang tampaknya mengharuskan Anda untuk kembali datang pada mereka untuk melakukan sulam alis kembali. Rusaknya lapisan epidermis akibat sayatan pen dan masuknya tinta ke dalam lapisan tersebut, akan membuat rambut asli pada alis sulit tumbuh kembali. Akibatnya, Anda akan mengalami ketergantungan pada sulam alis demi mendapatkan bentuk alis yang sempurna dan praktis.

9. Besarnya resiko terkena penyakit kulit

Lapisan epidermis yang rusak akibat luka sayatan dan masuknya tinta pada lapisan kulit tersebut, akan memperbesar resiko sesorang untuk terkena penyakit kulit pasca melakukan sulam alis. Pori-pori yang dibuka secara terpaksa saat penyayatan dan penggambaran rambut alis, akan mempermudah bakteri maupun kuman masuk melalui celah tersebut. Penyakit kulit ini nantinya akan sangat menganggu, karena mungkin akan mempengaruhi warna kulit wajah Anda maupun kulit bagian alis saja. (Baca Juga: Akibat Sulam Alis , Bahaya Sulam Bibir)

10. Menyisakan tinta hasil sulam

Ketahanan tinta yang dihasilkan oleh teknik make up semi permanen sulam alis adalah 2 – 3 tahun. Kulit yang menua dan berkerut akan membuat hasil sulaman pada alis terlihat tidak menaik lagi. Tinta yang merupakan hasil sulaman pada daerah sekitar alis akan terlihat sangat kaku dan tidak alami seperti pertama kali melakukan sulam alis. Bentuk alis menjadi sedikit tidak teratir akibat kulit wajar yang mulai berkerut karena pertambahan usia. (Baca Juga:  Penyebab Kanker Payudara , Ramuan Merapatkan Daerah Kewanitaan)

Sebaiknya Anda perlu memikirkan kembali keinginan untuk melakukan sulam alis. Mengingat bahaya dan resiko yang mungkin ditimbulkan pasca sulam alis, Anda patut mencoba cara yang lebih alami untuk mendapatkan bentuk alis yang sempurna dan rambut alis yang lebat. Tidak ada salahnya mencoba cara-cara tradisional untuk mendapatkan alis yang sesuai dengan keinginan Anda. Namun apabila keputusan yang sudah bulat, tidak ada salahnya mencoba teknik sulam alis sebagai jalan alternatif untuk mendapatkan bentuk alis yang nyaris sempurna. Pillihlah ahli sulam alis maupun dokter yang sudah biasa menangani masalah alis dengan hasil yang memuaskan. Memilih kinik maupun salon terpercaya untuk menjamin hasil yang mereka berikan benar-benr sesuai dengan apa yang Anda inginkan. Jangan pernah ragu untuk mengeluarkan uang lebih untuk mendapatkan perawatan terbaik bagi dii Anda sendiri. Semoga bermanfaat.

, ,
Oleh :
Kategori : Kecantikan