11 Cara Menghadapi Anak Beranjak Remaja Orang Tua Wajib Tahu

178

Cara menghadapi anak beranjak remajaBunda, ada banyak hal yang akan terjadi seiring dengan berkembangnya hormon anak Anda. Tak hanya tubuhnya yang bertumbuh, namun kondisi emosinya juga akan berkembang.

Untuk mengimbangi perubahannya yang tiba-tiba itu, sebaiknya Anda mulai bersiap untuk mengantisipasi hal-hal yang mungkin terjadi di luar dugaan Anda. Berikut kami rangkum cara menghadapi anak beranjak remaja untuk Anda simak.

1. Perlakukan anak selayaknya remaja

Cara melatih kesabaran menghadapi anak yang akan beranjak remaja sebenarnya tak terlalu sulit. Anda cukup memulainya dengan memperlakukan anak Anda seperti remaja pada umumnya. Artinya, Anda tidak terlalu memanjakannya seperti sewaktu ia masih kanak-anak, ataupun menuntut terlalu banyak tanggung jawab darinya seperti orang dewasa. Wajar jika ia melakukan kesalahan sesekali, karena ia masih mengobservasi dunianya yang baru. Anda tak perlu terlalu keras dalam menyikapinya. Beri masukan dan terus ajarkan ia sampai mengerti.

2. Beri ruang agar anak bebas melakukan kegiatannya

Jika anak Anda mulai bertahap menunjukkan rasa tanggung jawabnya, sebaiknya Anda beri ruang agar mereka bisa bebas melakukan apa yang mereka sukai. Tapi, Anda juga harus seimbang dan adil dalam melakukan cara menjadi ibu teladan bagi anak remaja Anda. Jika ia melakukan perbuatan yang tercela, maka Anda harus membatasi ruang mereka. Ini akan memberitahu mereka bahwa Anda sebenarnya mempercayai mereka namun rasa percaya itu bergantung pada bagaimana mereka bersikap.

3. Hindari rasa curiga berlebihan

Dari sekian banyak ciri-ciri ibu yang baik, mungkin salah satu diantaranya adalah ibu yang tidak menaruh rasa curiga tanpa alasan pada anaknya sendiri. Benar memang anggapan orang-orang bahwa masa remaja adalah puncak dimana seorang anak akan berada di luar kendali dan berbuat seenaknya, yang tak jarang bisa menimbulkan permasalahan.

Namun, sekalipun ia merusak kepercayaan Anda, fokuslah untuk memperbaikinya, bukan malah memperkeruh suasana dengan berhenti mempercayainya. Selalu bertanya sebelum membuat kesimpulan tanpa ada alasan yang tepat.

4. Tetap tenang dan berpikir dengan jernih

Klub Wanita selalu menekankan berkali-kali entah itu dalam tips menjadi ibu yang sabar atau cara menghadapi anak dengan sabar bahwa kunci utama dalam menangani segala permasalahan adalah dengan tetap tenang.

Selalu utamakan untuk berpikir dengan kepala dingin dan jangan gunakan emosi untuk menyelesaikan permasalahan. Dengan begini, Anda bisa memberikan sanksi yang tepat seandainya anak Anda membuat masalah, sehingga Anda tidak mendisiplinerkan mereka berdasarkan pada emosi atau frustrasi.

5. Jelaskan peran dan fungsi sosial anak sebagai seorang remaja

Poin kelima dalam cara menghadapi anak beranjak remaja adalah dengan memberi penjelasan yang cukup pada anak tentang peran dan fungsi sosial mereka sebagai remaja. Anda bisa menetapkan peraturan dan memberi tahu harapan Anda terhadap mereka tentang peran mereka sebagai seorang anak di rumah (misal: membantu orang tua melalukan pekerjaan rumah), serta kapan ketika mereka boleh pergi dan harus pulang atau dsb. Ajak anak untuk terlibat aktif dalam membuat peraturan ini sehingga mereka bisa menyesuaikan dengan kemampuan mereka.

6. Tekankan sanksi dan hukuman jika melanggar peraturan

Jika anak Anda kelewat bandel dan menganggap Anda terlalu gampangan atau murah hati, tak ada salahnya Anda mulai menerapkan cara mengatasi anak bandel yang satu ini. Anda harus tegas dalam memberi sanksi dari perilaku anak yang kurang baik. Sanksi tersebut tentunya harus seimbang porsinya dengan peraturan yang dilanggar. Tapi, tetap pastikan bahwa Anda tidak bersikap semena-mena atau menjadi diktator dalam memberi hukuman tersebut.

7. Atasi konflik dengan bijak

Tak jarang anak Anda yang baru saja beranjak remaja ingin menunjukkan bahwa mereka benar atau tiba-tiba memaksa agar hidup mandiri tanpa dampingan Anda. Jika mereka berkeras, ingat poin terpenting dari cara mengatasi anak keras kepala: selalu hindari konflik dan jangan terlibat dalam adu mulut dengan anak Anda.

Selalu jaga nada bicara Anda. Jika Anda dan sang anak sama-sama emosi, tarik napas dalam-dalam dan komunikasikan permasalahan tersebut dengan tenang dan perlahan-lahan. Yakinkan pada mereka bahwa tidak ada gunanya untuk saling “ngeyel” karena isu sederhana.

8. Habiskan quality time yang menyenangkan bersama

Tak jarang anak Anda yang beranjak remaja itu akan lebih senang menghabiskan waktu bersama teman-temannya daripada bersama keluarganya. Walaupun demikian, hal tersebut tidak seharusnya menghentikan Anda untuk mencoba cara menjadi ibu yang menyenangkan satu ini: atur jadwal dimana seluruh anggota keluarga dapat berkumpul bersama dan menghabiskan waktu dengan melakukan kegiatan seru. Misal, pergi tamasya, piknik, atau sekedar berolahraga bersama. Tapi, jika ia merasa enggan, jangan memaksa dan hargai keinginannya. Anda juga harus menghormati privasinya.

9. Tunjukkan simpati pada anak

Peran ibu dalam psikologi anak usia dini tak berhenti sampai kapanpun, termasuk saat anak beranjak remaja. Masa keremajaan adalah satu titik krusial dalam hidupnya. Perubahan hormon akan memengaruhi kestabilan emosinya. Anak akan mencari-cari sosok yang bisa turut serta merasakan, misal, kesedihan, kesepian, dan kemarahan mereka. Selalu tunjukkan bahwa Anda peduli, berikan dukungan agar perasaan negatif tersebut tidak berlarut-larut. Yakinkan pada anak Anda bahwa Anda turut bersimpati dan tahu pasti betapa menderitanya mereka saat ini.

10. Dukung minat dan bakat anak

Jika poin-poin di atas lebih menekankan pada cara mengatasi anak remaja yang susah diatur, berikutnya adalah tentang bagaimana Anda memposisikan diri sebagai teman bagi anak Anda. Mungkin anak Anda memiliki hobi bermain sepak bola atau voli. Anda bisa daftarkan mereka ke klub yang akan menampung bakat mereka. Jika ada pertandingan, datang dan beri dukungan untuk mereka dari bangku penonton. Ini menunjukkan bahwa Anda peduli terhadap mereka serta minat-bakat dan kebahagiannya.

11. Hargai setiap pilihan dan tujuan hidup anak

Jadilah contoh atau role model bagi anak Anda dengan selalu menghargai pendapat yang ia sampaikan; Anda akan terlihat seolah telah mempraktikkan cara menjadi ibu yang cerdas. Anda juga bisa menunjukkan “penghormatan” Anda pada pilihan mereka dengan memberi pujian atau “reward” atas prestasi yang mereka capai. Jika Anda tidak setuju dengan apa yang anak katakan, hindari penggunaan kata yang merendahkan atau menyakiti perasaan mereka.

Bagaimana, Bunda? Tak sulit bukan, mencoba cara menghadapi anak beranjak remaja di atas? Jika anak Anda mulai menunjukkan perubahan sifat secara ekstrem dan menimbulkan masalah berat, Anda bisa meminta bantuan pada profesional atau ahli ya, Mom. Tapi, selama masih bisa ditangani, kami ucapkan semoga berhasil dan sukses mendidik anak Anda!