Sponsors Link

10 Gejala Miom pada Wanita Wajib Diwaspadai

Sponsors Link

Miom – atau istilah medisnya adalah “fibroid uterus” – merupakan tumor jinak yang tumbuh pada rahim wanita. Karena jinak, miom tidak berpotensi untuk memicu kanker. Asal mula tumbuhnya miom pada rahim disebabkan oleh pertumbuhan jaringan otot halus di dinding rahim yang bernama “miometrium” yang berlangsung secara tidak wajar. Akan tetapi, keanehan ini jarang sekali berdampak langsung pada terbentuknya kanker. Pertumbuhan jaringan otot yang tidak lumrah ini juga tidak menaikkan angka resiko kanker rahim pada wanita.

ads

Baca Juga:

Umumnya, miom memang bersifat non-kanker. Akan tetapi, yang cukup mengganggu wanita dari miom ini adalah pertumbuhan ukuran tumornya yang bisa berkembang menjadi sangat besar, bahkan cukup besar sehingga penderitanya terkesan seolah-olah sedang hamil.

Miom sebaiknya tidak dianggap remeh sekalipun ia kurang berbahaya bagi kesehatan penderitanya. Pasalnya, pertumbuhan jaringan-jaringan otot ini dapat berkonsekuensi pada rasa sakit berupa ngilu di area terjangkit miom, yang berimbas pada gangguan fungsi sistem reproduksi wanita secara umum. Tumor berukuran besar juga berkemungkinan menghambat alur distribusi nutrisi dan peredaran darah bayi di dalam kandungan (apabila si penderita sedang hamil). Beberapa indikasi lain yang juga menyertai miom seperti sembelit (susah buang air besar), sering buang air kecil, dan menstruasi berkepanjangan diikuti pendarahan hebat.

Tetapi, para penderita miom kini dapat sedikit bernapas lega, sebab pada kasus yang berlimpah tersebut terdapat beragam metode pengobatan yang dapat dipilih secara bebas dan bahkan ada sebagian penderita miom yang tidak memerlukan perawatan khusus apapun, karena miom dapat hilang dan luruh seiring berjalannya waktu. Walaupun demikian, ada baiknya jika Anda waspada dan segera mendeteksi perubahan-perubahan tidak umum yang mungkin ada pada tubuh Anda, sehingga Anda dapat terhindar dari miom. Anda pun tidak perlu sampai mengambil tindakan medis nantinya.

Baca Juga:

Untuk itu, sebaiknya Anda perhatikan 10 gejala miom pada wanita yang tidak boleh diremehkan seperti pada penjelasan berikut ini.

  1. Sering sembelit

Pada penderita dengan miom ia akan mengalami sering sembelit atau susah buang air besar. Hal ini dapat terjadi pada penderita dengan miom berukuran besar yang pertumbuhannya tidak hanya menekan rahim, namun juga memampatkan dinding rektum atau usus besar.

Ketika sembelit, ada gerakan di dalam usus yang menjadi lebih berat atau pergerakannya menjadi lebih jarang daripada biasanya. Apa saja tanda-tanda sembelit? Anda mungkin mengalami:

  • Jarang buang air besar
  • Kesulitan buang air besar (tegang di bagian otot-otot perut)
  • Tekstur feces menjadi lebih keras dan berukuran lebih kecil daripada biasanya
  • Rasa tidak nyaman pada perut
  • Bengkak dan sakit perut
  • Muntah-muntah
Sponsors Link

  1. Bermasalah dengan proses urinasi

Wanita dengan miom menjadi lebih sering mengalami sering buang air kecil (terkadang juga menyakitkan) karena pertumbuhan dan letak miom yang mengganggu kandung kemih, dimana lokasinya berdekatan dengan rahim. Ukuran miom yang cukup besar juga bisa menyebabkan dislokasi pada kandung kemih – atau saluran kemih – sehingga butuh waktu lebih lama untuk mengosongkan kandung kemih dari semua urin di dalamnya. Keadaan ini bisa menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK).

ISK menjadi alasan utama mengapa para wanita diwajibkan untuk membasuh alat kelaminnya dari arah depan ke belakang seusai buang air kecil. Perkara ini disebabkan karena uretra – tabung yang mengangkut urin keluar dari kandung kemih – berdekatan dengan anus. Bakteri dari usus besar, seperti E. coli misalnya, berada dalam posisi sempurna untuk lolos dari anus dan menyerang uretra. Dari sana, selanjutnya bakteri-bakteri ini mengembara menuju kandung kemih, dan apabila infeksi tidak segera diobati, maka bakteri-bakteri tersebut dapat mengingfeksi ginjal pula. Wanita sangat rentan terhadap ISK karena dibandingkan laki-laki uretra yang dimiliki berukuran lebih pendek, yang memungkinkan akses bakteri menuju kandung kemih menjadi lebih cepat. Hubungan seks juga berpotensi untuk menularkan bakteri ke dalam kandung kemih.

Baca Juga:

  1. Pembengkakan pada perut bagian bawah

Beberapa penderita miom memiliki ukuran fibroid yang lebih besar dibandingkan penderita lainnya sehingga membuat mereka terlihat seolah-olah sedang mengandung. Mayoritas masalah kesehatan seputar sakit perut dan pembengkakan di daerah tersebut disebabkan oleh jumlah gas yang terakumulasi di dalam perut dan pada umumnya tidak mengindikasikan permasalahan kesehatan yang serius. Namun, bila sakitnya terasa parah dan perut membengkak menjadi sangat besar, merupakan pertanda adanya infeksi serius atau pembengkakan pada organ bagian dalam tubuh. Apabila Anda juga mendapati gejala yang sama – perut bagian bawah Anda menjadi lebih besar bahkan ketika Anda sedang tidak hamil – berkonsultasilah dengan dokter Anda untuk mengetahui penyebab pastinya.

  1. Infertilitas atau rahim tidak subur

Bukan hanya miom yang diduga menjadi latar belakang dari terjadinya ketidaksuburan; ada sejumlah alasan lain juga yang berpotensi untuk menyebabkan hal tersebut. Namun, tetap saja, jika Anda mengalami masalah kesehatan saat masa-masa kehamilan atau proses perawatan bayi, Anda sebaiknya segera mengunjungi dokter dan melakukan USG sederhana untuk mendeteksi kehadiran miom.

  1. Keguguran

Miom yang tumbuh di dalam rongga rahim dan yang muncul dari lapisan dinding rahim seringkali dapat menyebabkan keguguran. Ketika sel telur dibuahi dan kemudian bergerak menuju tuba falopi, pertumbuhan miom pada dinding rahim dapat mencegah darah mengalir ke dalam embrio. Miom dapat menimbulkan radang pada dinding rahim, serta menghambat perkembangan janin. Dua faktor inilah yang berdampak pada keguguran. Apabila Anda sudah berulangkali mengalami keguguran tanpa alasan yang jelas, Anda harus menemui dokter untuk mendapatkan pengobatan dan mungkin diagnosis gejala awal miom.

Baca Juga:

ads
  1. Menstruasi berat yang lama

Salah satu gejala paling umum yang sering ditemukan pada kebanyakan kasus miom adalah terjadinya menstruasi berat dengan periode yang lama. Anda harus waspada apabila mengalami pendarahan yang terlalu berat sewaktu masa menstruasi, disertai dengan banyak gumpalan darah. Selain rasa tidak nyaman dan rasa sakit yang ditimbulkan selama menstruasi karena pendarahan berat yang berkepanjangan tersebut, hal ini juga dapat menyebabkan anemia pada penderitanya. Anemia timbul karena sedikitnya jumlah zat besi yang dimiliki tubuh setelah kehilangan cukup banyak darah.

  1. Keluhan rasa sakit saat berhubungan seks

Hubungan seks bisa menjadi aktivitas yang menyakitkan bagi penderita miom. Munculnya miom besar di dalam rahim berperan besar dalam menimbulkan rasa sakit ini. Apabila miom berkembang di sekitar rahim atau saluran vagina – terhubung antara rahim dan vagina – maka rasa sakit yang ditimbulkan bisa menjadi lebih akut. Miom dapat menekan rahim selama hubungan seks dan bukan hanya menimbulkan rasa sakit, melainkan iritasi juga, hingga pendarahan ringan. Ada asumsi bahwa posisi hubungan seks tertentu juga bisa memperparah rasa sakit yang ditimbulkan.

Baca Juga:

  1. Nyeri panggul non-menstruasi

Indikasi adanya miom tumbuh di dalam rahim dapat diketahui apabila Anda sering mengalami nyeri di daerah panggul padahal Anda sedang tidak dalam siklus menstruasi. Miom berukuran besar dapat menekan daerah di sekitar rahim. Pada beberapa kasus, rasa sakit dan tekanan muncul akibat dari pertumbuhan miom yang dekat dengan panggul. Oleh karena itu, apabila Anda merasakan sakit pada panggul tanpa alasan yang pasti dan sedang di luar masa menstruasi, segera konsultasikan keluhan tersebut dengan dokter ahli penyakit wanita.

  1. Nyeri punggung bagian bawah

Salah satu alasan penyebab rasa sakit (nyeri) yang timbul pada punggung bagian bawah Anda antara lain dapat disebabkan karena pertumbuhan miom di dalam rahim. Letak dan ukuran miom dapat menunjukkan bagian tubuh mana yang terkena serta tingkat keparahannya. Miom memiliki beragam ukuran dan beberapa diantaranya bisa menjadi sangat berat serta besar. Terlebih lagi, miom berat dan besar serperti itu seringkali ditemukan di sisi bawah rahim, yang kemudian menimbulkan rasa sakit.

Memang kemunculan miom bukan menjadi satu-satunya alasan yang berkontribusi terhadap rasa sakit di punggung bagian bawah, namun apabila Anda sering mengalaminya dan keluhan ini dibarengi dengan permasahan alat reproduksi, mungkin ini menjadi pertanda bahwa Anda memiliki miom.

Baca Juga:

  1. Kaki terasa sakit

Saraf tulang belakang dapat ditekan oleh pertumbuhan miom. Karena saraf tulang belakang langsung terhubung dengan saraf di bagian kaki, tekanan ini dapat membuat paha hingga kaki Anda terasa sakit. Padahal, nyeri tungkai juga bisa disebabkan oleh beragam alasan. Walaupun demikian, apabila Anda menderita sakit kaki yang selalu muncul dan hilang secara bergantian, lalu diikuti dengan gejala-gejala miom lainnya, maka Anda harus segera meminta bantuan medis.

Kami harap tulisan tentang 10 gejala miom pada wanita ini dapat membantu Anda mengetahui tanda-tanda awal dan gejala-gejala umum miom, Namun, artikel yang kami tulis ini hanya bertujuan untuk berbagi informasi. Untuk jawaban yang lebih pasti, Anda dapat menghubungi dokter untuk mendapatkan diagnosis terbaik.

, , ,




Oleh :