Sponsors Link

15 Tips Agar Anak Cepat Jalan Tanpa Harus Terapi

Sponsors Link

Anak cepat jalan, adalah keinginan banyak orang tua. Saat anak memasuki usia 12-15 bulan orang tua tentu berharap harap cemas agar anaknya dapat cepat jalan. Menurut para ahli, untuk pertama kalinya anak anak akan mulai belajar berdiri dan melangkahkan kaki pada usia 9-12 bulan. Kemudian akan mulai lancar berjalan pada usia 14-15 bulan. Selama tidak ada kelainan fisik,  sebenarnya para orang tua tidak perlu merasa khawatir berlebihan jika anak masih belum dapat berjalan. Normalnya, rentan usia anak dapat berjalan adalah 16-17 bulan.  Rasa bahagia tentunya akan dirasakan setiap orang tua saat melihat anaknya bisa berjalan sendiri.  Beberapa anak dapat berjalan pada usia kurang dari 12 bulan. ( Baca juga : Cara Mengatasi Kecanduan Game Online, Penyebab Anak Tidak Percaya Diri )

ads

Namun, ada juga beberapa anak yang mengalami sedikit terlambat berjalan. Rasa khawatir kerap melanda orang tua yang anaknya sedikit terlambat berjalan. Setiap anak mengalami mengalami masa perkembangan yang berbeda beda. Tahap perkembangan anak disesuaikan dengan koordinasi otot dan syaraf serta tubuh sang anak. Agar anak cepat jalan sangat didukung oleh kesehatan dan kondisi badan anak. Terkadang para orang tua tidak sabar dan melakukan segala upaya agar anak bisa cepat berjalan. Padahal terapi bukanlah satu satunya jalan yanh bisa dilakukan. Beberapa cara dibawah ini, dipercaya bisa membuat anak cepat jalan tanpa harus melakukan terapi.

Cara Cepat Anak Belajar Berjalan

Berikut adalah beberapa tips yang dapat ibu ibu dirumah praktekan dirumah agar buah hati anda cepat berjalan:

1. Biarkan Anak Belajar Berjalan Tanpa Mengenakan Alas Kaki

Saat anak mulai belajar untuk berjalan, ia tertarik untuk dapat melakukannya sendiri. Oleh karena itu, jangan coba memakaikan alas kaki seperti sepatu, sendal atau kaus kaki. Anak akan bisa mencengkeram kuat pada lantai jika bertelanjang kaki, sehingga anak tidak akan merasa takut dan menjadi lebih berani untuk melangkah. Memakaikan alas kaki baik kaus kaki, sepatu atau sendal malah akan membuat anak merasa takut karena  alas kaki akan membuat lantai  terasa licin dan sehingga anak akan takut jatuh.

Baca juga :

2. Jangan Memakaikan Anak Sendal atau Sepatu yang Bisa Berbunyi

Memberikan sepatu  atau sendal yang berbunyi justru akan membuat anak merasa lebih tertarik pada bunyi ketimbang untuk belajar berjalan. Seharusnya saat berjalan fokus anak tertuju pada sinkronisasi langkah kaki, dan fokus agar tidak jatuh. Jika menggunakan, sepatu yang berbunyi saat melangkah dan mendengar bunyi anak akan berhenti dan beralih fokus bukannya berjalan akan tetapi malahah mencari sumber bunyi tadi.

3. Latih Otot-otot Punggung Anak

Untuk dapat berjalan,  banyak orang tua yang memikirkan hanya fokus pada otot kaki, padahal sebenarnya otot punggung merupakan tumpuan utama agar anak dapat berdiri tegak kemudian berjalan. Untuk itu sangat penting agar dapat melatih otot punggung. Anak dengan otot punggung lemah, akan sulit berjalan meskipun sudah sering berlatih berjalan. Bantu anak melakukan gerakan gerakan yang melatih otot kepala dan leher. Atau buat anak pada posisi tengkurap, pancing perhatian anak dengan meletakan mainan pada posisi yang jauh dari jangkauan. Sudah tentu anak akan berusaha meraih mainan tersebut, saat itulah otot otot punggung akan terlatih secara spontan. Atau pilih cara yang paling simple yaitu berikan pijatan pijatan kecil yang halus lakukan dengan benar agar tidak ada urat yang keseleo.

Baca juga :

Sponsors Link

4. Ajaklah Anak untuk Bermain Bersama

Mengajak anak bermain bersama bukan hanya menimbulkan efek kesenangan bagi orang tua namun ternyata juga memiliki manfaat terutama bagi anak yang terlambat berjalan. Ajak anak bermain bersama dengan memberikan stimulan berupa mainan. Letakan mainan pada posisi yang sulit dijangkau anak. Dengan demikian anak akan memotivasi untuk dapat mengambil mainan tersebut. Lakukan latihan ini secara rutin, variasikan jarak jangkauan mulai dari jarak pendek, sedang sampai posisi yang jauh dari jangkauan. Selain melatih anak untuk bisa berjalan, cara ini juga efektif dalam membangun komunikasi dengan anak sejak dini.

5. Latih Keseimbangan Anak Sejak Bayi

Seringnya anak jatuh pada saat bisa mulai berjalan bisa jadi karena keseimbangan yang kurang terjaga. Terlalu sering jatuh tentunya akan membuat trauma anak, sehingga tentunya akan menyebabkan anak merasa malas dan takut untuk berjalan. Oleh karena itu, berikan latihan untuk anak dalam menjaga keseimbangannya sejak dini. Latihan keseimbangan dapat dilakukan dengan cara, mengajak anak bermain tangkap bola. Dengan demikian anak akan berusaha menangkap bola tanpa jatuh kebelakang atau kedepan. Salah satu yang dapat membantu melatih keseimbangan adalah latihan renang. (Baca juga : Tips Menjadi Wanita Karir , Cara Menjadi Wanita Sukses )

6. Latih Anak agar Belajar Mengontrol Gerakan dan Rasa Takut

Saat awal awal belajar berjalan anak akan merasa takut. Karena saat belajar melangkah sedikit kemudian jatuh. Seringnya jatuh itu, tentunya akan menimbulkan  ketakutan tersendiri. Oleh karena itu, berikan bantuan pada anak agar anak merasa nyaman saat berjalan. Lapisi lantai dengan bahan yang lembut, agar saat jatuh anak tidak merasa kesakitan. Berikan rasa percaya diri pada anak bahwa jatuh merupakan bukan hal yang apa apa.

7. Pancing Ambisi agar Anak Cepat Jalan

Salah satu yang membuat anak merasa tertarik pada proses belajarnya adalah adanya keinginan untuk mendapatkan sesuatu. Pancing anak dengan mainan kesukaannya, dengan posisi yang agak jauh dijangkau. Kemudian saat berhasil berikan pelukan, ciuman atau reward lainnya. Jika anak telah merasa bosan, ganti jenis mainan atau letak posisinya.selain melatih anak agar cepat jalan, dengan melakukan hal ini tentunya akan membantu anak dalam menumbuhkan motivasi untuk dapat memperoleh sesuatu.

Baca juga :

8. Berikan Latihan Ringan Seperti Mendorong Kursi

Saat anak mulai dapat berdiri tegak dan belajar melangkah, pada dasarnya mereka telah memiliki rasa percaya diri. Untuk dapat membantu anak tetap dalam posisi tersebut, berikan kursi sebagai alat bantu sekaligus alat dorong bagi anak. Sediakan ruang yang luas dan singkirkan barang barang yang membahayakan bagi anak. Biarkan anak secara bebas untuk mendorong kursi tadi kemanapun. Cara ini efektif untuk membantu anak cepat berjalan.

9. Berlatih dengan Cara Menarik Mainan

Setiap anak memiliki daya imajenasi yang tinggi terhadap sesuatu. Terutama terhadap mainan yang mereka sukai, mereka akan mengajak kemana saja dan bermain dengan mainan tersebut. Anda dapat memancing anak untuk berlatih menarik mainan agar anak lebih berani dan belajar berjalan. Caranya cukup mudah, hanya dengan mengkaitkan sebuah tali ke mainan dan biarkan anak menarik mainannya kemanapun. Posisikan anak didepan mainan sehingga anak akan merasa mainan yang mengikutinya. Tentunya hal ini dapat menimbulkan kesenangan tersendiri bagi sang anak. Dan sekaligus melatih anak agar cepat berjalan.

Baca juga :

ads

10. Berikan Bantuan Pada Kaki Anak, Saat Ia Mulai Belajar Berjalan

Salah satu tugas penting bagi orang tua saat anak mulai belajar adalah memberikan bantuan dan memastikan tetap terjaganya keaeimbangan sang anak. Saat anak mulai belajar berdiri berikan bantuan agar menjaga otot punggungnya tetap stabil. Pastikan untuk melindungi bagian pinggul saat anak sudah mulai berani dan lancar berjalan sendiri.

11. Jangan Pernah Memaksa agar Anak Cepat Jalan

Sebenarnya anak memiliki naluri untuk dapat melakukan aktifitas sendiri. Oleh karena itu jangan pernah mencoba memaksa anak untuk cepat berjalan. Karena akan memberikan dampak trauma yang membuat anak merasa ketakutan. Saat otot punggung dan kaki anak merasa kuat, anak akan mulai belajar berjalan jadi beri dukungan dengan menemani anak pada saat langkah langkah pertamanya. ( Baca juga : Hadiah Wisuda yang Cocok untuk Laki-Laki , Kado Ulang Tahun Anti Mainstream )

12. Sebisa Mungkin Hindari Penggunaan Baby Walker

Bagi beberapa ibu yang memiliki aktivitas padat, tentunya penggunaan baby walker akan sangat membantu. Ibu bisa menyambi pekerjaan sementara anak dapat bermain sekaligus belajar berjalan pada babywalker. Namun, beberapa studi menyebutkan penggunaan baby walker ternyata dapat, menyebabkan cedera otot kaki, dan otot punggung. Terkadang penggunaan baby walker juga menyebabkan anak enggan berjalan. Akan lebih baik jika melakukan latihan otot dan punggung dan kaki anak secara alami.

13. Latih Anak untuk Terlebih Dahulu Bisa Berdiri Tegak

Fase awal saat anak mulai berjalan adalah didahului dengan berdiri tegak. Jika anak belum dapat berdiri sendiri dengan tegak, jangan paksa anak untuk belajar melangkah. Sebab bisa bisa nanti otot punggung anak akan mengalami cedera. Lebih  baik fokuskan untuk melatih anak dapat berdiri tegak terlebih dahulu. Bantu anak untuk dapat berdiri tegak dengan memegang bagian bawah ketiaknya, saat anak sudah mampu berdiri dalam posisi tegak dan keseimbangan yang baik jangan ragu untuk melepaskan pegangannya.

Baca juga :

14. Beri Stimulasi dengan Mainan kesukaan atau yang Menarik Perhatian Anak

Salah satu, yang bisa menjadi daya tarik anak agar cepat berjalan adalah dengan memberikan stimulan berupa mainan kesukaannya. Dengan memancing anak untuk mengambil mainan kesukaannya tentunya dapat membuat anak tergerak untuk mengambilnya. Alihkan perhatian anak pada fokus untuk mengambil mainan kesukaan atau hal menarik lainnya.

15. Berikan Dukungan dan Latih Anak dengan Kesabaran Penuh

Salah satu hal penting yang harus dilakukan orang tua agar anak cepat jalan adalah memberi dukungan dan melatih anak dengan kesabaran yang ekstra. Karena kadang kadang anak tidak dalam kondisi mood yang baik untuk belajar berjalan. Saat itulah sebagai orang tua kita dituntut untuk sabar dalam mengajari anak. Selain itu, untuk bisa cepat berjalan anak memerlukan dukungan untuk membangun rasa percaya diri dan menghilangkan rasa takut. Sehingga disinilah peran orang tua dituntut.

Diatas tadi merupakan 15 tips agar anak cepat jalan tanpa perlu terapi. Ke lima belas cara tersebut tentunya dapat anda coba untuk melatih anak agar cepat jalan. Semoga artikel ini dapat membantu.

, ,
Oleh :
Kategori : Parenting